Minggu, 22 September 2013

Dakwah Mencegah Kerusakan Mental

Dakwah Mencegah Kesehatan mental Melalui PSIKOTERAPI
(Perspektif Dakwah dan Komunikasi Islam)
Oleh: Dr. Syarifudin, M.Sos.I


*Pendahuluan, *Latarbelakang, *Pembahasan:
Analisis Penyebab Penyakit mental, Metode berdakwah melalui pendekatan
psikoterapi, Strategi Dakwah dalam mencegah penyakit jiwa (mental). 
*Kesimpulan, *Daftar Bacaan

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Jika menggunakan UUD Nomor 23 tahun 1999 no. 3/76 tentang kesehatan secara lahir batin maka dalam peradaban moderen ini banyak manusia yang sakit jiwanya.[1] Dalam penelitian kartino kartono ada 9 jenis gangguang kejiwaan manusia. Gangguan kejiwaan tersebut terdiri dari; Histeria, Disosiasi kepribadian, Psichastenia, Pobia kompulasi, Hipocondria, Neurasthenia, Neurosa Kecemasan, Psikomatik, hipertension, effort syndrome,[2] dan takut miskin serta turun jabatan. 
Selain dari temuan Kartini Kartono tentang penyakit mental manusia tersebut American Psychiatri Association (APA) juga menemukan gejalan penyakit mental yang dialami oleh masyarakat moderen antara lain; retardation (hambatan mental anak), Delirium (gangguan berpikir), Schizorenia (prasangka buruk yang berlebihan), Gangguguan kecemasan,  Gangguguan Sematoform (anak yang tidak mau merawat orang tuanya yang sudah tua renta), Gangguan disosiatif (hilang ingatan sering lupa), gangguan parafilia (penyimpangan seksual/suka selingkuh), gangguan isomnia (sulit tidur akibat pikiran),[3] dan gangguan sosial (senang lihat orang lain susah).
Penyakit sosial sepertian gangguang mental lainnya yang tidak kala pentingnya adalah penyakit  dari faktor internal dan eksteral lingkungan masyarakat. Persoalan Internal;  Suka menyalahkan orang lain akibat banyaknya masalah yang sulit diselesaikan secara pribadi dan sulit diselesaikan secara bersama, Kurangnya kemandirian masyarakat, akibat pola pikir yang masih sangat terbelakang, sehingga sulit menyelesaikan permasalahn pribadi, Meningkatnya persoalan pribadi yang berimplikasi pada masalah kelompok, komunitas,  dan massa sehingga melahirkan konflik sosial.[4] Tingkat perceraian makin meningkat, akibat lemahnya ketahanan menata rumah tangga. Rumah tanggah diliputi banyak masalah akibat eknomi mulai sulit, Banyak orang yang sulit diatur kearah yang lebih baik, akibat sakit mata hati, jiwa dan alam pikirannya dikuasai napsu materialisme, hedonisme, dan kapitalisme yang berlebihan.[5] Dan peredaran informasi negatif lebih mendominasi alam pikiran masyarakat, sementara jumlah penyuluh agama sebagai dokter mental sangat tidak berimbang.
Persoalan  eksternal; Penjajahan imprealisme budaya global lewat media massa dan media cetak, mobilisasi migran lokal semakin tinggi, mobilisasi mall, supermarket, sebagai bentuk penjajahan kapitalis semakin tinggi sehingga orang dihargai karena kekayaannya bukan akrena akhlaqnya, stabilitas politik luar negeri,[6] dalam negeri yang berdampak pada politik daerah yang mebuat regulasi interaksi sosial semakin tidak menentu, Jumlah pikiran negatif dari luar banyak beredar di media massa dan media cetak,[7] sehingga semakin tinggi wacana negatif yang beredar di tengah masayarakat dan sampah pikiran materialisme yang menjajah pikiran masyarakat di media masa sehingga tingkat kebutuhan rumah tangga semakin tinggi sementara alat mendapatkan materi sangat terbatas, hal ini melahirkan destruksi sosial (kerusakan tatanan sosial) yang sangat tinggi.
Dari problematika penyakit mental masyarakat modern tersebut dalam tulisan ini akan memberikan cara pandang dan metode memahami kehidupan dengan pendekatan psikoterapi Islam melalui dakwah dan komunikasi. Dampak perubahan sosial yang kurang terkendali ditandai oleh perubahan cara berpikir, gaya hidup, dan pola makan adalah sebuah keniscayaan. Tapi dalam perspektif psikoterapi Islam ada aturan dan tatatertib sebagai panduan serta juknis Al-Quran dan Sunnah sebagai standar opersional hidup manusia yang menginginkan kenyamanan, kebahagiaan, kesejahteraan, dan keselamatan di dunia dan di akhirat. Panduan inilah yang akan dipublikasikan di tenga masayarakat moderen untuk mencegah terjadinya destruksi sosial yang berlebihan. Makalah ini berupaya menelaah perubahan sosial untuk mencegah maysarakat dari kerusakan jiwa dan mental yang mempercepat kematian manusia itu sendiri lewat fasilitas teknologi yang ditemukan untuk kebutuhan hidupnya.
Karena luasnya persoalan di atas maka tulisan ini lebih fokus menjelaskan apa penyebab penyakit mental, bagaimana metode berdakwah melalui pendekatan psikoterapi,  dan strategi apa yang dilakukan oleh tenaga penyuluh agama dalam berdakwah untuk mencegah penyakit jiwa(mental) di tengah masyarakat.



[1]Sattu Alang, Terapi Mental Menuju Kesehatan Islam (Cet.I; Makassar: CV. Berkah Utami, 2007), h. 32.
[2]Kartini Kartono, Hygiene Mental dan Kesehatan Mental dalam Islam (Cet. VI; Bandung: Mandar Maju, 2009), h. 94-140.
[3]Kartini Kartono, Patologi Sosial Gangguan Kejiawaan jilid III (Cet. II; Jakarta: Rajawali Press, 2007), h. 142. 
[4]Rupert Brouwn, Prejudice is Social Psycology diterjemahkan oleh Helly P. Soecipto dengan judul: Menangani Prasangka dari Perspektif Psikologi Sosial (Cet. I; Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005), h. 6.
[5]Syarifudin, Dampak Globalisasi Dalam Merubah Pola hidup masyarakat Asia Tenggara Makalah dipresentasikan didepan Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komuniaksi UIN Makassar dan UIN Jakarta 2010.
[6]Syarifudin, Imbas Globalisasi Dalam Merubah Pola hidup Masyarakat Studi kasus di Kota Makassar Makalah dipresentasikan didepan Mahasiswa Program Doktor Jurusan Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar dan UIN Jakarta 2011. 
[7]H. Ahmad Sihabuddin, Komunikasi Antar Budaya (Cet. II; Jakarta: Bumi Aksara, 2013), h. 6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar